Ditemukan 30 Kosmetika Yang Mengandung Bahan Berbahaya Beredar Di Indonesia

By Categories : informasi, Kesehatan

Baru-baru ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan atau yang biasa disebut dengan sebutan BPOM mengumumkan bahwa mereka menemukan 30 jenis kosmetika yang mengandung bahan-bahan berbahaya. Diantara bahan-bahan berbahaya yang mereka temukan antara lain adalah bahan Pewarna Merah K3 dan Pewarna Merah K10 (Rhodamin B), Hidrokinon, Mercuri, dan juga Asam Retinoat.

Menurut penemuan BPOM diantara 30 jenis kosmetika yang emmiliki kandungan berbahaya ini, 30 jenis kosemtika merupakan jenis kosmetika yang diimport dari luar negeri dan sisanya 17 jenis kosmetika yang merupakan jenis kosmetika produksi dalam negeri. Hasil penemuan ini dijelaskan merupakan penemuan yang didasarkan pada penelitian dan pengawasan rutin yang dilakukan oleh BPOM di seluruh wilayah Indonesia terhadap jenis-jenis kosmetika yang beredar mulai dari kurun waktu Oktober tahun 2014 sampai pada September 2015.

kosmetika berbahaya

Sepereti sudah di terangkan sebelumnya bahwa dari ke-30 jenis kosmetika ini, 13 diantaranya merupakan jenis kosmetika yang berasal dari luar negeri dan 17 kosmetika lainnya merupakan jenis kosmetika yang diproduksi dalam negeri.

Jika merujuk pada peraturan Kepala Badan POM RI No.2 Tahun 2014 yang menjelaskan mengenai Perubahan Kedua atas Peraturan kepala Badan POM No. HK.03.1.23.08.11.07517 Tahun 2011 yang menjelaskan tentang persyaratan teknis bahan-bahan kosmetika, bahan-bahan yang ditemukan tersebut termasuk kedalam jenis bahan-bahan berbahaya yang tidak boleh digunakan atau dilarang untuk digunakan pada proses pembuatan kosmetika.

Efek Kosmetika Yang Mengandung Bahan Berbahaya

Penggunaan Mercuri, Hidrokinon, Asam Retinoat dan juga Pewrana Merah K3 dan Merah K10 dilaoprkan dapat menimbulkan beberapa macam gangguan kesehatan. Salah satu contohnya adalah penggunaan Pewarna Merah K3 dan merah K10 yang pada kenyataannya sering digunakan dalam pengaplikasian yang salah (lipstik, eye shadow, perona pipi) memiliki sifat berbahaya karsinogenik dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan fungsi hati dan juga kanker hati.

Sementara itu, untuk bahan Hidrokinon yang banyak sekali ditemukan sebagai bahan yang disalahgunakan untuk pemutih kulit, memiliki efek berbahaya yang bisa menimbulkan iritasi kulit, dan juga menimbulkan efek ochronosis yaitu penghitaman area kulit. Masih menurut penelitian, efek tersebut bisa terjadi setelah pemakaian lamanya mencapai 6 bulan dan efek yang diberikan bersifat irreversible alias tidak bisa dipulihkan, seram bukan?

Oleh sebab itu Badan POM menghimbau Masyarakat untuk tidak menggunakan jenis kosmetika yang mengandung bahan-bahan berbahay tersebut, Badan POM sendiri menyebutkan bahwa mereka telah melakukan pembatalan izin edar terhadap kosmetika yang mengandung unsur berbahaya tersebut.

Sebagai bentuk upaya untuk pengawasan dan juga penanganan kasus peredaran kosmetika yang mengandung bahan-bahan berbahaya, Badan POM sendiri berjanji untuk berkomitmen terus melakukan koordinasi lintas sentor dengan pihak Pemda Kabupaten (Kotamadya), Kepolisian dan juga Asosiasi.

Badan POM juga meminta masyarakat untuk ikut berperan aktif melaporkan temuan kasus bahan berbahaya ini kepada pihak Badan POM apabila dicurigai adanya praktik proses produksi dan juga peredaran kosmetika yang dilakukansecara ilegal melalui Contact CenterHALOBPOM 1500533 (pulsa lokal), SMS 081219999533, email halobpom@pom.go.id, atau bisa juga melalui Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia atau bisa juga lewat Pemda setempat.