Perbedaan Cara Sablon Manual dan Digital

By Categories : informasi

Istilah sablon tentu sudah dikenal di masyarakat umum. Sablon diartikan sebagai cara mencetak gambar pada suatu media dengan menggunakan tinta atau cat. Ada berbagai media yang bisa dicetak seperti kain, kertas, plastik, dan sebagainya. Dalam dunia percetakan ada dua cara yang bisa dilakukan yaitu sablon manual dan digital. Untuk sablon digital sebenarnya tidak 100%  digital, karena masih ada campur tangan manusia dalam menjalankan mesinnya. Sedangkan cara sablon manual masih terbilang sederhana dengan alat yang dijalankan oleh manusia. Alat tersebut berupa screen, rakel dan lainnya.

sablon manual

Perbedaan cara sablon manual dan digital paling terlihat dari lama pengerjaannya. Jika masih manual ada beberapa tahapan yang perlu dilalui dan semua dilakukan satu persatu, bisa dibayangkan jika ada ratusan kaos yang akan di sablon. Selain itu, Anda harus memiliki keahlian agar hasilnya maksimal. Sedangkan cara sablon digital cukup mudah karena prosesnya dilakukan oleh mesin dan dalam waktu singkat. Mesin yang digunakan berupa printer untuk mencetak gambar dan mesin press agar gambar tersebut melekat pada kaos.

Berikut perbedaan cara sablon manual dan digital

  1. Order yang dibutuhkan

Biasanya untuk sablon digital tidak ada minimum order. Ini sangat menguntungkan bagi konsumen karena dapat memesan satu kaos. Hampir semua produsen sablon digital tidak mempermasalahkan minimum order. Sedangkan untuk sablon manual, biasanya menggunakan minimun order untuk mengurangi biaya produksi. Dalam sekali order umumnya harus memesan minimal satu lusin.

  1. Proses pengerjaan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa sablon digital prosesnya cukup cepat. Dalam 1 jam mesin digital mampu mengerjakan satu lusin kaos. Sedangkan cara sablon manual untuk mengerjakan satu lusin kaos dapat menghabiskan waktu seharian.

  1. Penggunaan media cetak

Sablon digital menggunakan media kertas transfer untuk menyablon kaos. Kertas transfer tersebut yang akan menentukan kualitas dari sablon digital nanti. Ada berbagai jenis kertas transfer yang bisa Anda pilih. Yaitu oracel dan Vinyl serta ada juga yang berbntuk beludru, gliter, dan glow in the dark. Sedangkan cara sablon manual prosesnya adalah menggunakan tinta yang akan dicetak dalam screen. Kelebihan sablon manual adalah jenis tinta lebih bervariasi dari pada kertas transfer digital.

  1. Kualitas

Jika berbicara kualitas, tidak ada jaminan menyebutkan jika sablon digital lebih baik dari sablon manual atau sebaliknya. Sablon kaos berkualitas tergantung dari bahan yang digunakan seperti kertas transfer dan cat atau tinta sablon. Sering kita jumpai hasil sablon digital saat ditarik akan terlihat retak, hal ini dikarenakan kertas transfer yang digunakan tidak memiliki kualitas baik. Ada juga hasil sablon manual saat dicuci tinta sablonnya mengelupas dan pudar. Biasanya ini dikarenakan penggunaan tinta yang kurang tepat dan proses pengeringan kurang maksimal.

Itulah perbedaan cara sablon manual dan digital. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pilihlah bahan untuk menyablon yang berkualitas agar hasilnya juga maksimal. Untuk sablon manual sendiri, Anda harus mengetahui tahapan-tahapan membuatnya, antara lain adalah sebagai berikut.

Tahapan sablon manual

Proses desain

proses ini berkaitan dengan ide atau gagasan yang diwujudkan dalam proses pencitraan sehingga ide atau gagasan tersebut memiliki bentuk yang konkret. Setelah itu wujudkan gambar tersebut menjadi bentuk yang konkret dengan berbagai teknik, seperti photography, gambar tangan, dan sebagainya. Tujuannya adalah desain tersebut dapat diolah menjadi film sablon.

  • Pembuatan film. Gambar yang sudah dibuat kemudian diolah menjadi film.
  • Proses stencil atau afdruk. Yaitu proses pemindahan dimana gambar yang tercetak di film sablon ke scree. Proses ini disebut afdruk.
  • Persiapkan meja kerja. Hal ini penting agar aktivitas Anda tidak terganggu, sehingga menjadi lebih fokus.

Tahapan saat cetak

Dalam tahap ini yang harus Anda perhatikan adalah penggunaan teknik sapuan rakel dengan benar. Untuk mencetak merupakan tugas yang cukup sederhana yakni memindahkan tinta pada media yang diiginkan dengan menggunakan kain saring atau screen. Selain itu Anda harus mempelajari sifat dari tinta cetak yang Anda gunakan. Parameter yang perlu Anda perhatikan adalah kecepatan tinta mengering, biasanya hal ini menjadi kendala karena jika tinta mengering dengan cepat maka akan menghambat pencetakan. Untuk itu Anda perlu melancarkan kembali pori-pori kain screen yang tersumbat tinta yang mengering tersebut. Jika tidak maka hasil cetak tidak dapat sempurna.

Tahapan pasca cetak

Terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan setelah proses penyablonan, antara lain adalah sebagai berikut.

  • Proses drying. Proses ini untuk mengeringkan tinta agar lebih sempurna. Caranya bisa dengn menjemur atau menggunakan kipas dan blower.
  • Proses curing. Proses ini menggunakan alat khusus untuk dapat mengeringkan tinta jenis tertentu. Seperti tinta plastisoldan tinta rubber.
  • Proses burning. Terdapat beberapa jenis tinta yang membutuhkan tratment seperti ini. Artinya adalah tinta dinaggang atau dibakar untuk mendapatkan titik pengeringan yang sempurna.
tukang sablon