Kue Tradisional dari Tepung Beras dan Cara Membuatnya

By Categories : informasi

Kue tradisional dari tepung beras ada berbagai macam pilihan, mulai dari kue basah ataupun kue kering. Meski berbahan dasar tepung beras tetapi rasa yang dihasilkan beranekaragam. Ini karena kue tradisional biasanya dipadukan dengan bahan-bahan lain seperti parutan kelapa, gula merah, coklat, dan sebagainya.

Hingga saat ini kue tradisional masih dapat ditemui dengan mudah di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan yang menarik adalah setiap daerah memiliki kue khas tradisional yang berbeda-beda. Seperti namanya, kue ini dapat ditemukan di pasar-pasar tradisional. Rasanya yang lezat serta bentuknya yang berwarna warni membuat kue tradisional banyak disukai.

Kue tradisional biasanya disajikan ketika bersantai sambil menikmati kopi atau teh. Namun ada juga yang menggunakan kue tradisional untuk upacara adat. Beberapa kue tradisional dipercaya sebagai makanan disukai oleh keluarga kerajaan pada zaman dahulu.

Kue Tradisional dari Tepung Beras Paling Istimewa

lapis

Putu Mayang

Kue tradisional yang pertama adalah putu mayang. Putu mayang merupakan kue basah tradisional yang memiliki tekstur berbentuk seperti mie. Kue berbahan dasar tepung beras ini biasanya disajikan dengan menggunakan kuah saus kental dengan rasa manis legit dan gurih. Rasa tersebut berasal dari perpaduan gula merah dan santan. Putu mayang biasanya dibuat warna warni sehingga terlihat menarik dan dapat menggugah selera ketika menyantapnya.

Untuk membuat kue basah ini bahan yang dibutuhkan adalah tepung beras, gula pasir, garam, tepung kanji, santan, dan daun pisang. Kemudian untuk membuat sausnya dibutuhkan gula merah, gula pasir, santan dan daun pandan. Langkah pertama masak tepung beras, gula pasir, santan, dan garam. Aduk hingga menggumpal kemudian tambahkan tepung kanji. Bagi adonan menjadi tiga bagian lalu beri warna yang berbeda. Selanjutnya masukan adonan pada cetakan dan kukus selama 15 menit. Langkah terakhir adalah rebus bahan untuk membuat saus dan saring lalu sajikan.

Kue Pancong

Kue tradisional dari tepung beras selanjutnya adalah kue pancong. Kue pancong umumnya berbentuk seperti kue pukis karena dimasak menggunakan cetakan yang sama namun memiliki tekstur dan rasa yang berbeda. Kue pancong sangat populer dan merupakan jajanan khas Betawi, bahkan saat ini penyajiannya lebih kreatif dan inovatif. Biasanya adonan untuk membuat kue pancong tidak menggunakan gula, hanya menggunakan tepung terigu yang dikombinasikan dengan parutan kelapa dan santan sehingga rasanya gurih dan asin.

Untuk membuat kue pancong, langkah pertama adalah campurkan tepung beras dengan garam dan kelapa parut. Kemudian aduk dan tambahkan santan sedikit demi sedikit hingga merawat. Panaskan cetakan dan olesi dengan minyak secukupnya. Tuangkan adoanan hingga penuh pada cetakan. Gunakan api kecil kemudian tutup cetakan. Diamkan hingga kulit bagian bawah berwarna kecoklatan kemudian angkat. Kue pancong dapat Anda sajikan dengan taburan gula pasir atau saus untuk perpaduan rasa pedas.

Kue Putu

Kue putu merupakan jenis kue tradisional berikutnya yang cukup populer. Kue tradisional nusantara ini terbuat dari tepung beras yang berisi gula merah serta parutan kelapa di bagian atasnya. Kue basah ini cukup populer, bahkan penjual kue putu masih banyak ditemukan. Biasanya penjual kue putu menjual barang dagangannya dengan cara berkeliling dengan suara yang khas. Jika Anda ingin membuatnya sendiri, bahan yang perlu disiapkan adalah tepung beras kering, gula merah, daun pandan, kelapa parut, gram, dan air.

Langkah pertama untuk membuat kue tradisional dari tepung beras ini adalah rebus air bersama garam, daun pandan, serta pewarna hijau sampai mendidih. Setelah itu angkat dan diamkan hingga hangat lalu tuangkan pada tepung beras sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan kasar. Saring dan gosok-gosokkan hingga tepung berbentuk adonan halus. Masukan adonan ke dalam cetakan dan kukus selama 10 menit dan sajikan. Kue putu sangat nikmat disajikan ketika panas.

Kue Lapis

Kue basah ini memiliki bentuk berlapis-lapis sehingga disebut dengan kue lapis. Kue tradisional ini bisanya memiliki varian dua warna atau lebih sehingga membuat tampilannya menjadi lebih menarik. Kue lapis sangat disukai oleh anak-anak maupaun orang tua. Untuk membuat kue basah ini diperlukan kesabaran saat melapisi serta memasak setiap adonan agar menghasilkan kue basah dengan lapisan yang tipis. Kue lapis hingga kini menjadi salah satu jajanan pasar yang populer hingga saat ini.

Untuk membuat kue lapis bahan-bahan yang dibutuhkan adalah tepung beras, tepung sagu, gula pasir, santan garam, daun pandan, serta pewarna sesuai selera. Langkah pertama masak santan, daun pandan, garam, sampai mendidih. Angkat kemudian diamkan hingga hangat. Campurkan tepung beras , tepung sagu, serta gula pasir lalu aduk hingga rata. Tuangkan santan sedikit demi sedikit hingga adonan encer. Bagi adonan menjadi tiga dan beri pewarna yang berbeda setiap adonan. Tuangkan adonan pertama pada loyang dan kukus sampai adonan mulai mengeras, lalu tuangkan adonan lainnya secara berselang-seling. Yang terakhir adalah kukus hingga matang selama 30 menit.

baca juga : aneka jajanan pasar khas Jogja dan sekitarnya

Itulah beberapa kue tradisional dari tepung beras yang dapat Anda buat di rumah.

jajanan tradisional beserta namanya, kue lapis tepung beras, makanan tradisional indonesia dan cara membuatnya