Daftar Mata Uang Dunia Paling Hancur Melawan Dollar

By Categories : informasi

Perekonomian Amerika Serikat yang akhir-akhir ini kian membaik ditambah keputusan Bank Central AS, the Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga membuat dollar semakin kuat memasuki tahun 2016 ini. Pada peghujung 2015 kemarin, dollar menguat terhadap beberapa sejumlah mata uang di berbagai negara di dunia. Di antaranya adalah terhadap rupiah dan valuta asing lainnya. Bahkan menurunnya nilai mata uang rupiah bukan salah satu yang terburuk diantara lima mata uang asing yang hancur.

Mata Uang Berbagai Dunia yang Turun Akibat Dollar

Menurut CNN Money, terdapat lima daftar mata uang dunia uang hancur terhadap dollar. Di antaranya sebagai berikut :

  1. Peso, Argentina

Beberapa akhir ini nilai mata uang peso terus melemah terhadap dollar. Bahjan pelemahan mata uang Argentina mencapai 34,6 persen terhadap dollar. Hal ini membuat peso merupakan mata uang paling lemah terhadap dollar.

Mata uang peso mengambang bebas setelah pemerintah Argentina mencabut pasak peso terhadap dollar. Walaupaun semakin melemah, pemerintah tetap berharap investasi asing lebih banyak yang masuk ke Argentinta.

  1. Real, Brazil

Daftar mata uang dunia yang anjol selanjutnya adalah real, Brazil. Mata uang ini tidak berbeda jauh dengan Argentina, real melemah hingga 32,9 persen terhadap dollar pada awal tahun ini. Pemerintah Brazil menggantungkan perekonomiannya terhadap ekspor bahan pertanian dan bahan mentah seperti minyak, gula, daging, dan koli. Jika harga komoditi melemah maka perekonomian Brazil sangat terpukul.

Selain itu, alasan melemahnya real terhadap dollar di negara ini adalah karena praktik korupsi yang melibatkan perusahaan minyak raksasa Brazil, Petrobras yang menyebar hingga ke level politik dan bisnis. Kasus ini mengguncang negara hingga ke akar-akarnya.

  1. Rand, Afrika Selatan

Anjoknya harga komoditas membuat mata uang rand masuk dalam daftar mata uang dunia yang hancur terhadap dollar. Hal ini membuat banyak perusahaan besar Afrika Selatan tertekam. Bagaimana tidak, pertambangan mampu menyumbang 50% devisa negara. Dan saat ini Afrika Selatan mengalami pertumuhan defisit neraca berjalan.

Negara ini memiliki pengangguran di level 25 persen dan inflasi diperkirakan mencapai 5,6 persen di tahun ini.

  1. Lira, Turki

Lira Turki terpuruk hingga 20 persen terhadap dollar sepanjang 2015 lalu. Perekonomian Turki kurang stabil akibat ketidakpastian politik dan situasi keamanan yang beberapa waktu lalu memburuk.

Turki juga merupakan negara yang terpukul akibat keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga. Hal ini karena dapat mendongkrak biaya pembayaran hutang eksternal yang cukup besar.

  1. Ruble, Rusia

Tahun 2015 merupakan tahun yang buruk bagi Rusia. Mata uang rubel masuk dalam daftar mata uang dunia yang terpuruh terhadap dollar setelah melemah hingga mencapai 17 persen. Produksi industri dan penjualan ritel terus anjlok. Namun posisi ini masih lebih baik dibanding tahun sebelumnya.